
Bayangkan kamu punya banyak buku. Ada buku masakan, buku sejarah, buku agama, novel, sampai buku tentang bisnis. Semuanya harus disimpan dalam satu lemari.
Pindah ke Hostinger sekarang! Nikmati fitur AI canggih biar kelola WordPress jadi makin cepat & mudah.
Dapatkan Hostinger Sekarang!Kalau jumlahnya cuma belasan, mungkin belum terasa masalah. Tinggal susun saja di rak yang tersedia.
Tapi bagaimana kalau koleksinya sudah ratusan, bahkan ribuan buku?
Lama-lama pasti berantakan. Mau mencari satu buku saja harus membongkar banyak tumpukan. Belum lagi kalau buku dengan tema berbeda bercampur begitu saja.
Solusinya sebenarnya sederhana. Sediakan satu lemari untuk setiap genre buku. Jadi, buku masakan punya lemari sendiri, buku sejarah punya lemari sendiri, begitu juga dengan genre lainnya.
Nah, konsep seperti ini ternyata bisa kita terapkan juga di WordPress.
WordPress Punya Lemari untuk Menyimpan Artikel
Secara bawaan, WordPress sudah menyediakan fitur untuk mengelompokkan tulisan. Setiap kali menerbitkan artikel, kita bisa menentukan kategorinya.
Misalnya, kamu punya blog yang membahas seputar buku. Ada kategori buku Islam, novel, sejarah, dan sebagainya. Selama topiknya masih berkaitan, fitur kategori sudah cukup membantu.
Tapi ceritanya jadi berbeda kalau blog kamu membahas banyak hal sekaligus.
Hari ini menulis tentang buku, besok membahas sejarah, lusa tentang peradaban, lalu minggu depan menulis pengalaman ngeblog.
Semua artikel itu memang bisa dimasukkan ke dalam kategori. Tapi kalau jumlah topiknya semakin banyak, pengelolaannya bisa terasa kurang nyaman. Apalagi kalau kamu ingin setiap jenis tulisan punya halaman, tampilan, dan pengaturan tersendiri.
Rasanya seperti punya banyak koleksi buku, tetapi semuanya harus masuk ke lemari yang sama.
Di Sinilah Custom Post Type Dibutuhkan
WordPress punya fitur yang namanya Custom Post Type atau biasa disingkat CPT.
Sederhananya, CPT memungkinkan kita membuat jenis konten sendiri sesuai kebutuhan.
Jadi, selain jenis konten bawaan WordPress, kita bisa membuat tempat khusus untuk mengelola artikel dengan tema tertentu.
Misalnya, kamu ingin membangun blog yang membahas beberapa topik:
- Buku: untuk ulasan dan rekomendasi buku.
- Menulis: untuk membahas pengalaman dan tips menulis.
- Sejarah: untuk artikel tentang peristiwa dan tokoh sejarah.
- Peradaban: untuk membahas perkembangan peradaban manusia.
Masing-masing punya tempat sendiri.
Artikel tentang buku masuk ke CPT Buku. Tulisan tentang pengalaman ngeblog masuk ke CPT Menulis. Begitu juga dengan artikel sejarah dan peradaban.
Dengan cara ini, pengelolaan konten jadi lebih teratur. Kamu bisa mengatur setiap jenis konten sesuai kebutuhan tanpa harus mencampur semuanya dalam satu tempat.
Bayangkan saja, ketika sedang membuka lemari buku masakan, kamu tentu tidak berharap tiba-tiba menemukan buku sejarah atau buku Islam ala Prabowo di dalamnya.
Kurang lebih seperti itulah gambaran sederhananya.
Sayangnya, Membuat CPT Tidak Semudah Membuat Kategori
Nah, sekarang muncul pertanyaan. Kalau fitur ini memang berguna, kenapa tidak langsung tersedia saja di menu WordPress?
Sebenarnya WordPress sudah punya beberapa jenis konten bawaan. Namun, kalau kamu ingin membuat jenis konten baru sesuai kebutuhan blog, kamu perlu mendaftarkan CPT sendiri.
Bagi yang terbiasa dengan coding, mungkin ini bukan persoalan besar. Tinggal membuat kode PHP, mendaftarkan jenis kontennya, lalu mengatur kebutuhan lainnya.
Tapi bagaimana dengan blogger yang tidak bisa coding?
Tentu ceritanya berbeda.
Niat awalnya ingin merapikan artikel, malah harus berhadapan dengan kode yang belum tentu dipahami. Belum lagi kalau salah memasukkan kode, bisa muncul masalah di website.
Padahal, kita hanya ingin punya tempat khusus untuk mengelola tulisan.
Membuat CPT Tanpa Harus Bisa Coding
Tenang, ternyata ada cara yang lebih mudah.
Kita bisa memanfaatkan plugin untuk membuat Custom Post Type tanpa perlu menulis kode PHP sendiri.
Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah ACF (Advanced Custom Fields), plugin yang dikembangkan oleh WP Engine.
ACF tidak hanya berguna untuk menambahkan kolom atau informasi tambahan pada konten. Plugin ini juga menyediakan fitur untuk mendaftarkan Custom Post Type melalui pengaturan yang tersedia.
Untuk tampilannya, saya menggunakan theme Blocksy dari CreativeThemes.
Kombinasi ACF dan Blocksy ini sudah pernah saya coba sendiri. Keduanya bisa digunakan untuk membangun struktur konten yang lebih terorganisasi.
Pengalamannya juga cukup menyenangkan. Saya tidak perlu menulis kode sama sekali untuk membuat CPT melalui pengaturan ACF.
Tinggal masuk ke pengaturan, buat jenis konten baru, isi nama yang diinginkan, lalu sesuaikan pilihan yang tersedia.
Setelah disimpan, jenis konten baru akan muncul di dashboard WordPress.
Jadi, kamu bisa mulai mengelompokkan tulisan berdasarkan tempatnya masing-masing.
Mau Saya Buatkan Tutorialnya?
Sebenarnya membuat Custom Post Type dengan cara ini tidak terlalu sulit. Hanya saja, ada beberapa pengaturan yang perlu diperhatikan supaya hasilnya sesuai dengan kebutuhan blog.
Nah, kalau kamu tertarik mencoba membuat CPT sendiri menggunakan ACF dan Blocksy, coba tulis komentar di bawah.
Nanti saya buatkan tutorialnya secara bertahap, mulai dari instalasi plugin, membuat CPT baru, sampai menampilkannya di blog.
Tenang saja, tutorialnya akan saya buat untuk blogger yang tidak bisa coding.
Jadi, kita bisa merapikan rumah digital sendiri tanpa harus pusing berurusan dengan kode.
Pindah ke Hostinger sekarang! Nikmati fitur AI canggih biar kelola WordPress jadi makin cepat & mudah.
Dapatkan Hostinger Sekarang!







